Pengertian Akhlak Tercela

Jul 17,2019
Pengertian Akhlak Tercela
Definisi akhlak menurut Imam AI-Ghazali adalah: Ungkapan tentang sikap jiwa yang menimbulkan perbuatan-perbuatan dengan mudah dan tidak memerlukan pertimbangan atau pikiran terlebih dahulu.
Kata akhlak berasal dari bahasa Arab yaitu khalaqa-yahluqu, artinya menciptakan, dari akar kata ini pula ada kata makhluk (yang diciptakan) dan kata khalik (pencipta), maka akhlak berarti segala sikap dan tingkah laku manusia yang datang dari pencipta (Allah swt). Sedangkan moral berasal dari maros (bahasa latin) yang berarti adat kebiasaan, disinilah terlihat berbeda antara moral dengan akhlak, moral berbentuk adat kebiasaan ciptaan manusia, sedangkan akhlak berbentuk aturan yang mutlak dan pasti yang datang dari Allah swt. Kenyataannya setiap orang yang bermoral belum tentu berakhlak, akan tetapi orang yang berakhlak sudah pasti bermoral. Dan Rasulullah saw di utus untuk menyempurnakan akhlak manusia sebagaimana sabdanya dalam hadist dari Abu Khurairah, “Sesungguhnya aku diutus Allah semata-mata untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak manusia.”
Dengan demikian, akhlak (perilaku) tercela adalah semua sikap dan perbuatan yang dilarang oleh Allah, karena akan mendatangkan kerugian baik bagi pelakunya ataupun orang lain.

B. Ruang Lingkup Aklaq Tercela
Akhlaq tercela mencakup dua hal yang darinya suatu perilaku dapat dinilai buruk, yaitu :
a. Hal-hal yang berhubungan dengan ucapan atau perkataan yang buruk.
b. Hal-hal yang behubungan perbuatan yang buruk.
C. Macam-Macam Aklaq Tercela

1. Sifat Iri
a. Pengertian Iri
Iri artinya tidak senang orang lain memperoleh nikmat. Biasanya sifat iri ini selalu dibarengi dengan sifat dengki. Sifat iri dalam kehidupan sehari-hari ini sangat banyak sasaranya antara lain iri terhadap tetangga yang kaya, atau iri terhadap orang lain sukses dalam usaha dan sebagainya. Sifat ini sangat dicela dalam ajaran islam karena sifat iri sangat mengganggu ketentraman jiwa dan bahkan dapat menimbulkan pertengkaran satu dengan yang lain.
b. Bahayanya
Bahaya iri hati adalah :
1) Sifat iri jika berlebihan akan menjadi dengki, artinya bukan saja tidak senang melihat orang lain melihat orang lain mendapatkan kenikmatan, melainkan ia akan mengharapkan kenikmatan itu berpindah kepadanya.
2) Iri hati dapat menimbulkan perbuatan jahat.
3) Iri hati dapat menimbulakan perasaan jengkel terhadap yang menyamai atau menandinginya.
4) Iri hati dapat meniimbulkan peraaan takabur.
c. Pencegahannya
Untuk mmenghindari sifat iri dapat dilakukan beberapa cara antara lain :
1) Menerima dan mensyukuri bahwa hasil yang sudah diperoleh adalah nikmat dari Allah sehingga merasa bahwa semua itu sudah berlaku dengan seadil-adilnya.
2) Menyadari bahwa kebahagian di dunia itu hanya sementara sedangkan kebahagian yang kekal itu ada di akhirat.
3) Berusaha dengan keras sambil bertawakkal agar mendapat kebahagian sesuai dengan usahanya.

2. Dengki
a. Pengertian Dengki
Dengki adalah merasa tidak senang melihat orang lain mendapatkan anugrah kenikmatan dari Allah SWT. Menginginkan agar kenikamatan tersebut pindah padanya. Sifat ini sangat membahyakan bagi dirinya ia selalu mencari-cari kelemahan orang lain. Jalan yang ditempuh suka menceritakan kejelekan orang lain pada masyarakat, dengan bermacam-macam dalih.
Rasulullah telah memberikan bimbingan kepada kita agar umatnya tidak dengki, iri hati atau hasut sebagai berikut :
Artinya : “Jauhilah olehmu dengki, karena sesungguhnya dengki itu memakan kebajikan sebagaimana api memakan kayu (HR. Abu dawud).
b. Bahayanya
Bahaya yang mempunyai sifat dengki antara lain :
1) Menimbulkan sifat dan sikap serta tingkah laku yang hina.
2) Dapat menimbulkan sifat permusuhan.
3) Tidak disenangi orang banyak
4) Menimbulkan perasaan dendam
c. Pencegahannya
Menghindarinya dengan cara, antara lain sebagai berikut :
1) Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah.
2) Menyadari dengki dapat menghapus kebaikan.
3) Meningkatkan syukur kepada Allah SWT.


3. Buruk Sangka
a. Pengertian Buruk Sangka
Buruk sangka adalah sikap yang bisa merugikan kepada pihak lain, sebelum ada bukti yang kuat dan kuat dan jelas orang lain sudah dituduh dengan dakwaan yang jelek-jelek. Pendapat pribadinya ini hanya didasarkan pada kasak kusuk dan kabar burung yang tak jelas sumbernya. Buruk sangka atau su’udhon bisa berakibat fatal bagi orang-orang yangg menjadi sasarannya.
Oleh karena itu, Allah menyuruh untuk menjahui sifat buruk sangka ini Allah berfirman.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang”. (Q.S Al-Hujurat :12)
b. Bahayanya
Bahaya buruk sangka dalam kehidupan sehari-hari antara lain, dapat
1) Memecah persatuan dan persaudaraan
2) Menjatuhkan nama baik seseorang
3) Merusakak iman
c. Pencegahannya
Cara menghindari buruk sangka antara lain:
1) Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah
2) Menyadari setiap orang mempunyai kelebihan dan kekurangan
3) Menyadari buruk sangka termasuk perbuatan dosa.[9]


4. Fitnah dan Adu Domba
a. Pengertian Dengki dan Adu Domba
Fitnah adalah menyiarkan rahasia (aib) seseorang kepada orang lain padahal orang itu tidak pernah melakukannya. Allah SWT dalam Al Quran :
Artinya : “Dan janganlah engkau patuhi orang yang suka bersumpah dan suka menghina, suka mencela, yang kian ke mari menyebarkan fitnah, yang merintangi segala yang baik, yang melampaui batas dan banyak dosa, yang bertabiat kasar, selain itu juga terkenal kejahatannya, karena dia kaya dan banyak anak”.
(QS. AL Qalam: 10-14)
Fitnah dan adu domba adalah sikap mental yang ingin mencelakakan orang lain. Dengan harapan dan tujuan akan memperoleh keuntungan di balik semua ini. Akibat fitnah yang berupa perpecahan, pertikaian, dan permusuhan akan memperlemah masing-masing pihak yang berselisih ini. Dengan demikian si tukanfitnah akan dapat menguasai atau mengatur mereka.
b. Bahayanya
Bahaya fitnah merugikan orang lain juga merugikan diri sendiri yaitu:
1) Menyebabkan orang yang difitnah menderitata
2) Menyebabkan orang yang difitnah dikucilkan masyarakat
3) Menyebabkan orang yang difitnah sulit mngembalikan nama baiknya
4) Merusak iman
c. Pencegahannya
1) Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah
2) Menyadari fitnah itu dilarang oleh Allah


5. Khianat
a. Pengertian khianat
Khianat artinya menyia-nyiakan kepercayaan orang lain.
Allah berfiman :
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.( Q.S Al Anfal : 27-28)
Betapa pentingnya menunaikan amanah, baik amanah dari Allah maupun amanah di antara sesamanya. Oleh karena itu sebagai orang muslim kita harus dapat menghindari sifat khianat agar ketentraman dapat terlaksana dengan baik.
b. Bahayanya
Khianat dapat membahayakan manusia anrara lain :
1) Merugikan orang lain yang dikhianati
2) Penghianat tidak akan dpercaya orang lain
3) Khianat merugikan bangsa dan negara apabila yang dikhianati itu bangsa dan negara
c. Pencegahannya
Cara menghindari khianat yaitu:
1) Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah
2) Menyadari kehidupan didunia merupakan ujian dari Allah.


Sumber :
  1. https://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-akhlak/
  2. https://www.dosenpendidikan.com/pengertian-akhlak/

Baca Juga :